Strategi Takaful Keluarga: DARI KLAIM BERHARI-HARI, JADI HITUNGAN JAM
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Keluarga)
TRIASINDONESIA.COM – Industri asuransi syariah sedang berada dalam tekanan ganda. Di satu sisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong efisiensi klaim dan layanan melalui pemanfaatan teknologi.
Di sisi lain, kehadiran insurtech dan perusahaan digital-native mengubah ekspektasi nasabah yang menginginkan segala sesuatu serba cepat, mudah, dan transparan.
PT Asuransi Takaful Keluarga (Takaful Keluarga) merespons kondisi itu dengan menjadikan digitalisasi sebagai poros utama transformasi bisnis.
Yurivanno Gani, Direktur Utama Takaful Keluarga, mengatakan bahwa tanpa integrasi sistem dan digitalisasi proses, perseroan akan kesulitan menekan biaya operasional sekaligus memenuhi tuntutan nasabah akan kecepatan layanan klaim.
“Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam transformasi bisnis kami,” ujar Yurivanno Gani kepada Trias.
Menurutnya, melalui digitalisasi proses dan integrasi sistem layanan, perseroan bisa meningkatkan efisiensi operasional.
“Kami juga memberikan pengalaman layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi peserta,” tambahnya.
Langkah digitalisasi yang dijalankan tidak hanya berhenti pada front-end seperti aplikasi peserta, tetapi juga menyentuh alur kerja internal.
Yurivanno menjelaskan, perseroan melakukan penyederhanaan alur kerja, peningkatan koordinasi antarunit, hingga integrasi sistem data.
“Dengan demikian, perusahaan dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh peserta,” ujarnya.
“Efisiensi biaya itu penting mengingat tekanan dari persaingan harga dan kebutuhan investasi teknologi yang terus membesar,” tambahnya.
Namun, efisiensi saja tidak cukup. Takaful Keluarga juga menyadari bahwa kepercayaan nasabah adalah modal utama bisnis asuransi, terutama yang berbasis syariah.
Yurivanno menekankan bahwa profesionalisme, keterbukaan, dan kesesuaian dengan prinsip syariah menjadi pilar dalam membangun loyalitas jangka panjang.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, memastikan sistem berjalan dengan baik, serta terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan pendekatan itu, dia yakin Takaful Keluarga dapat membangun hubungan jangka panjang yang kuat dengan para peserta. Perseroan juga terus memperkuat standar pelayanan, mempercepat proses klaim, serta meningkatkan kapasitas tenaga layanan dan pemasar.
Dari sisi produk, Takaful Keluarga menawarkan beragam perlindungan yang menyasar berbagai segmen. Untuk individu, tersedia Takaful Falah Saving dengan perlindungan hingga usia 75 tahun dan Takaful Al Khairat Individu untuk proteksi risiko hidup dan kesehatan.
Untuk segmen korporat, perseroan menyediakan jaminan biaya kesehatan dan asuransi jiwa bagi karyawan melalui skema peserta kumpulan. Adapun produk partnership seperti Takaful Wakaf, Takaful Kecelakaan Siswa, dan Takaful Edupro dirancang khusus untuk melindungi dana pendidikan.
“Kami terus menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, seperti proteksi jiwa yang fleksibel serta solusi perencanaan keuangan keluarga,” tuturnya.
Dijelaskannya, inovasi tersebut dirancang dengan prinsip syariah yang menekankan konsep saling melindungi antar peserta.
“Bukan hanya manfaat finansial yang dirasakan, tetapi juga bisa menjadi pahala jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.
Literasi dan edukasi juga menjadi perhatian. Yurivanno mengakui bahwa kesadaran masyarakat terhadap asuransi syariah masih perlu terus ditingkatkan. Takaful Keluarga secara aktif melakukan edukasi keuangan syariah melalui webinar, kolaborasi dengan mitra, serta kampanye di media digital.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa asuransi syariah merupakan bentuk perlindungan berbasis prinsip tolong-menolong yang memberikan manfaat bersama,” urainya.
Ke depan, menurutnya, Takaful Keluarga menargetkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan kontribusi peserta, penguatan distribusi, serta perluasan kerja sama dengan berbagai institusi keuangan dan komunitas di seluruh Indonesia.
“Kami fokus pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan manajemen risiko, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar,” ujarnya.
“Kolaborasi dengan mitra strategis juga diperkuat agar mampu memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing,” pungkasnya. (TR)
- Penulis: Redaksi



