Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » MENKO PANGAN PASTIKAN PUPUK BERSUBSIDI TERDISTRIBUSI HINGGA UJUNG BARAT INDONESIA

MENKO PANGAN PASTIKAN PUPUK BERSUBSIDI TERDISTRIBUSI HINGGA UJUNG BARAT INDONESIA

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. Humas Kemenko Pangan

TRIASINDONESIA.COM – Aceh Besar – Menteri Koordinator Bidang Pangan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar hingga wilayah paling barat Indonesia untuk mendukung produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Menko Pangan saat berdialog dengan 400 petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Sabtu (13/6).

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh telah mencapai 92.575 ton atau 32 persen dari alokasi tahun 2026 sebesar 292.890 ton. Pemerintah juga memastikan stok pupuk dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam. Kabupaten Aceh Besar sendiri merupakan salah satu wilayah strategis pertanian di Aceh dengan sekitar 42.401 petani yang tergabung dalam 703 kelompok tani.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan juga menegaskan komitmen pemerintah menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Saat ini, harga gabah di Aceh Besar telah mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Pada sesi dialog, salah seorang petani asal Kecamatan Blang Bintang menanyakan solusi pemerintah dalam mengatasi rantai distribusi pangan yang panjang dan sering memicu lonjakan harga. Menanggapi hal tersebut, Menko Pangan menjelaskan bahwa masalah itu akan terjawab ketika Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih  berjalan “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, mulai dari penyaluran pupuk, penyerapan hasil panen, hingga distribusi bantuan pangan. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, petani mendapatkan harga yang lebih baik dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan berbagai kebijakan pangan berjalan efektif di lapangan sekaligus menyerap aspirasi petani secara langsung dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

  • Penulis: Redaksi
expand_less