BAZNAS RI Bersama MUI Beri Pembekalan Bimbingan Pranikah untuk Remaja
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – BAZNAS RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama memberikan pembekalan lewat Workshop Bimbingan Pranikah untuk Remaja bertajuk “Membangun Keluarga Sakinah untuk Generasi Masa Depan” di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah preventif dalam merespons penurunan angka pernikahan, maraknya fenomena salah kaprah pernikahan sebagai kontrak ekonomi, serta tingginya angka perceraian di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut esensi pernikahan bukan sekadar tentang pemenuhan syariat agama, melainkan sebuah tanggung jawab kemanusiaan demi menjaga keberlangsungan serta kedaulatan sebuah bangsa dari ancaman krisis populasi.
“Jadi, tanggung jawab kita pernikahan itu adalah untuk membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah, dan itu juga sebetulnya sekaligus memperkuat keutuhan dan ketangguhan bangsa Indonesia,” jelas Sodik Mudjahid dalam sambutannya di acara tersebut.
Ia mengapresiasi inisiatif ini dan memastikan akan berupaya merancang kolaborasi yang lebih progresif dan berdampak nyata bersama MUI demi membentengi fondasi rumah tangga dari ancaman perceraian atau masalah lain.
Sodik juga menyatakan komitmennya untuk senantiasa mempererat koordinasi dan mendukung langkah strategis MUI sebagai lembaga yang menjadi pembimbing umat.
“BAZNAS adalah lembaga umat, sumber dananya dari umat dan umat dibimbing oleh MUI. Maka, tentu kita akan memperkokoh komunikasi dan kerja sama dalam berbagai program,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Dr. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., mengatakan bangsa Indonesia dinilai belum mampu menjadi kekuatan yang memimpin di tingkat global karena energinya masih habis terkuras untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar seperti penanganan masalah stunting pada anak.
Ia kemudian mencontohkan kemampuan bangsa Yahudi untuk maju saat ini karena kualitas para orang tuanya dalam memberi pendidikan, bahkan saat masih mengandung. Sehingga banyak peraih Nobel dunia dari Yahudi yang berakar dari kebiasaan hebat para ibu yang rajin membaca, gemar memecahkan soal matematika, dan konsisten menjaga nutrisi sejak masa kehamilan.
“Ternyata peranan ibu dalam rumah tangga, terutama dalam bentuk kepribadian anak, itu lebih banyak dipengaruhi oleh ibu,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Dr. Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, S.H., M.H., M.M., mengatakan urgensi workshop ini didasari oleh situasi global maupun nasional yang saat ini tengah menghadapi ancaman krisis ketahanan keluarga.
“Kebaruan dari workshop ini adalah selama ini, yang dibimbing biasanya pasangan yang akan menikah, tetapi ini kita sudah mulai dari awal yaitu pranikah,” katanya.
Menurutnya, melalui program bimbingan ini, ditargetkan akan melahirkan buku panduan berbentuk Training of Trainers (TOT) yang nantinya akan diimplementasikan secara luas di berbagai lembaga pendidikan serta organisasi kemasyarakatan keagamaan.
- Penulis: Redaksi



