Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS

BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. Baznas

TRIASINDONESIA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), baik di dalam maupun luar negeri.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, SS, SE, SH, M.Hum., beserta jajarannya, di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (15/4/2026),

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan apresiasi atas dukungan Bappenas dalam upaya bersama mengoptimalkan potensi ZIS.

“Ada berbagai sumber zakat yang sangat potensial, seperti lembaga pemerintah, BUMN dan BUMD, TNI-Polri, sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor jasa, perdagangan, dan keuangan. Selain itu, potensi juga berasal dari zakat perusahaan, dana sosial keagamaan, serta zakat profesi dari kalangan tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif,” jelas Sodik.

Lebih lanjut, Sodik juga menyoroti besarnya potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri. Ia menilai, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.

“UPZ di KBRI dapat dibentuk tanpa dana besar dan bahkan dapat mendukung kegiatan pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri. Karena itu, kami memohon dukungan Bappenas untuk bersama-sama memaksimalkan potensi tersebut,” ujar Sodik.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Bappenas juga mendukung pengadaan DTSEN. “Data ini mencakup kelompok masyarakat yang termasuk mustahik dan muzaki. Dengan izin akses data, hal ini merupakan aset yang luar biasa bagi fungsi BAZNAS dalam mobilisasi pendayagunaan BAZNAS,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya terhadap BAZNAS, khususnya dalam pemanfaatan DTSEN untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pemerataan distribusi ZIS.

“Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi. Pemanfaatan DTSEN pada dasarnya boleh, integrasi data sangat mungkin dilakukan, sepanjang sesuai dengan tujuan dan dasar hukumnya jelas,” ujar Rachmat.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilai sudah menunjukkan capaian positif. Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.

“Indikasinya jelas, potensi zakat mencapai sekitar Rp327 triliun, tetapi realisasinya baru sekitar 10 persen,” ujarnya.

Rachmat menambahkan, peningkatan tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Ia menilai tidak realistis jika capaian langsung melonjak signifikan dalam waktu singkat, namun target jangka menengah tetap memungkinkan untuk dicapai.

“Dengan arahan Presiden, target lima tahun menuju sekitar Rp162 triliun sangat memungkinkan, mengingat potensi yang besar. Kami (Bappenas) mendukung BAZNAS untuk mencapai potensi ZIS demi kesejahteraan umat dan keberkahan bangsa,” ujarnya.

  • Penulis: Redaksi
expand_less