BAKTI Komdigi, AKSELERASI PEMERATAAN KONEKTIVITAS NUSANTARA
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – Kinerja positif Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Komdigi) terus dirasakan masyarakat melalui percepatan konektivitas merata. Menjangkau ribuan desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), lembaga ini sukses membuka isolasi komunikasi, mendorong pertumbuhan ekonomi digital, dan mendukung pemerataan akses pendidikan nasional.
Bukan tanpa alasan, di era digital yang bergerak cepat, koneksi internet bukan lagi sekadar kebutuhan tersier, melainkan urat nadi penggerak ekonomi dan pendidikan. BAKTI Komdigi terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan keadilan akses telekomunikasi hingga ke pelosok Nusantara.
Bagi BAKTI Komdigi, pemerataan akses telekomunikasi merupakan pondasi utama dalam transformasi digital. Implementasinya dilakukan melalui empat pilar layanan utama untuk menjangkau titik-titik yang sebelumnya mengalami kekosongan sinyal (blank spot):
Pertama. Penyediaan Base Transceiver Station (BTS) untuk membuka isolasi komu nikasi dengan membangun ribuan infrastruktur BTS di berbagai wilayah prioritas 3T.
Kedua. Layanan Akses Internet (BAKTI AKSI): Menyediakan koneksi internet cepat menggunakan teknologi fiber optic, radio link, dan VSAT untuk fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa.
Ketiga. Palapa Ring: Mengelola jaringan tulang punggung (backbone) serat optik bawah laut dan darat guna menyambungkan wilayah terpencil secara nasional.
Keempat. Satelit Multifungsi (SATRIA 1): Mengoptimalkan kapasitas satelit untuk memberikan layanan akses internet (BAKTI AKSI) dengan bandwidth 150 GBps untuk dibagi-bagi ke puluhan ribu titik fasilitas publik yang sulit dijangkau jaringan kabel.
Melalui program BTS dan BAKTI AKSI, lembaga ini berhasil menyapa ribuan desa yang sebelumnya masuk dalam kategori blank spot. Langkah strategis ini menjadi kunci utama dalam memangkas kesenjangan digital. Pemerintah sendiri telah menegaskan pentingnya konektivitas inklusif. Kehadiran infrastruktur digital yang dibangun oleh BAKTI Komdigi memberikan dampak langsung yang signifikan.
Di sektor pendidikan, siswa di daerah terpencil kini mampu mengakses pembelajaran daring (dalam jaringan) dengan lancar. Di sektor ekonomi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal berhasil merambah pasar yang lebih luas. Efek domino ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian daerah dan mempercepat transformasi digital nasional.
Capaian impresif itu tidak lepas dari evaluasi kelembagaan yang dinamis serta manajemen tata kelola yang semakin profesional dan akuntabel. Kementerian Komdigi memastikan setiap program kerja berjalan tepat sasaran dan berorientasi pada hasil yang nyata. Dengan target ambisius yang dicanangkan, BAKTI terus menggenjot cakupan wilayah layanan demi mewujudkan visi Indonesia Digital yang seutuhnya.
Ke depan, tantangan penyediaan infras truktur telekomunikasi tentu tidaklah mudah. Namun, dengan resiliensi yang terus dibangun, BAKTI Komdigi membuktikan kapasitasnya sebagai garda terdepan dalam menyatukan konektivitas bangsa. Komitmen berkelanjutan ini memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. (TR)
- Penulis: Redaksi



