Perkuat Sistem Tambora, PLN UIW NTB PACU INVESTASI DAN PARIWISATA
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB), Sri Heny Purwanti, memperkuat keandalan pasokan listrik di NTB, khususnya Pulau Sumbawa melalui peningkatan daya mampu Sistem Tambora. Hal ini dilakukan dengan memastikan tambahan pembangkit baru beroperasi tepat waktu dengan mempercepat Commercial Operation Date (COD) sesuai RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2025-2034.
Di antaranya, melakukan penambahan kapasitas daya 5 MW di Gardu Induk Taliwang, untuk memperkuat stabilitas sistem. Sedangkan pemeliharaan preventif, seperti pada jaringan transmisi 150 kV Labuhan-Empang, untuk menjaga pasokan tetap andal.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN UIW NTB menghadirkan listrik yang andal dan ramah lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di NTB,” kata Sri Heny kepada Trias.
Di samping itu, PLN UIW NTB mempercepat transisi energi bersih dengan memasukkan pengembangan energi terbarukan, termasuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa (Waste-to-Energy) yang sudah diusulkan ke PLN Pusat agar dima sukkan ke dalam draft RUPTL 2025–2034 guna mencapai target bauran energi hijau di NTB.
PLN UIW NTB, lanjut Sri Heny, menargetkan peningkatan porsi EBT hingga 25,2% pada tahun 2034. Dalam hal ini, pihaknya berkolaborasi dengan Pemprov NTB dalam pemetaan potensi dan penyederhanaan perizinan untuk mempercepat investasi energi terbarukan.
“Khusus PLTSa, PLN proaktif menindak lanjuti potensi pengembangan sebagai solusi pengelolaan sampah dan energi terbarukan,” tegasnya.
Tidak kalah pentingnya, PLN UIW NTB berkomitmen tinggi mengutamakan aspek keselamatan ketenagalistrikan SMK2 (Permen ESDM No. 10/2021), mutu (ISO 9001:2015), keselamatan kerja (ISO 45001:2018 & PP 50/2012), pengelolaan lingkungan (ISO 14001:2015), dan keamanan (Perpol No. 7/2019) untuk menciptakan operasional yang andal, aman, dan ramah lingkungan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengawasan ketat pemeliharaan infrastruktur, penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta meraih penghargaan Zero Accident Award.
Di sisi perlindungan lingkungan, sebanyak 11 unit pembangkit PLN UIW NTB secara konsisten mengikuti PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup).
Penilaian tersebut mencakup pengelolaan komprehensif terhadap air limbah, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Non B3, emisi udara, hingga sampah untuk memastikan seluruh operasional berjalan sesuai prinsip Sustainable Business. Dijelaskan Sri Heny, PLN UIW NTB memperkuat budaya K3 dan energi hijau melalui edukasi kelistrikan (radio, sosialisasi sekolah/masyarakat, flyer/stiker) dan inovasi lingkungan berupa pemanfaatan FABA (Fly Ash Bottom Ash) sebagai briket substitusi batubara serta bahan infrastruktur.
“Inisiatif ini meningkatkan keamanan dan keberlanjutan,” terangnya optimis. (TR)
- Penulis: Redaksi



