Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » PLN Distribusikan 1.000 Genset Bantuan Kementerian ESDM, Pulihkan Aktivitas Warga Aceh Pascabencana

PLN Distribusikan 1.000 Genset Bantuan Kementerian ESDM, Pulihkan Aktivitas Warga Aceh Pascabencana

  • account_circle Redaksi Trias Indonesia
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
Foto: Penyaluran Bantuan 1.000 Genset ke Aceh. Dok. Humas PLN

TRIASINDONESIA.COM, Aceh – PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan 1.000 unit genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Bantuan ini menjadi solusi sementara untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses listrik, khususnya di daerah yang jaringan distribusinya belum dapat dipulihkan akibat keterbatasan akses dan kerusakan infrastruktur.

Bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten di Aceh sebelumnya menyebabkan terputusnya jaringan listrik, terutama di wilayah terpencil dan terisolasi. Sejumlah desa masih belum dapat dijangkau kendaraan pengangkut material dan peralatan kelistrikan PLN karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih.

Di Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, kehadiran genset membawa kembali penerangan dan aktivitas warga setelah berhari-hari hidup tanpa listrik. Warga setempat, Nirwa, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Pengurus Musala Dusun Tanoh Rata, Muhammad Lidan, menyampaikan bahwa genset sangat membantu kelancaran aktivitas ibadah dan penyampaian informasi kepada warga.

“Semenjak genset ini ada, alhamdulillah aktivitas ibadah bisa berjalan dengan baik. Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini,” tuturnya.

Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menambahkan bahwa genset menjadi penopang utama aktivitas masyarakat sembari menunggu pemulihan jaringan listrik PLN secara permanen.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan seluruh pihak yang telah membantu,” katanya.

Bantuan serupa juga dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, menyampaikan bahwa genset dimanfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah, dengan adanya genset ini penerangan kembali menyala dan masyarakat merasa lebih aman,” jelasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa secara sistem, kelistrikan Aceh telah kembali terhubung. Namun, tantangan masih terjadi pada jaringan distribusi, khususnya di wilayah dengan akses terbatas.

“Atas arahan Bapak Presiden, kami bersama PLN menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap mendapatkan akses listrik,” ujar Bahlil saat pelepasan bantuan di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan bahwa bantuan genset difokuskan pada wilayah paling terdampak, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan wilayah lainnya di Aceh.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemulihan jaringan distribusi kelistrikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama PLN.

“PLN terus bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik. Sementara itu, penyediaan genset menjadi solusi agar masyarakat tetap dapat beraktivitas,” ujar Darmawan.

Senada, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa PLN tetap mengerahkan personel dan berkoordinasi lintas sektor di tengah tantangan akses dan geografis.

“Bantuan genset dari Kementerian ESDM menjadi jembatan sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan, sembari PLN memastikan sistem kelistrikan pulih secara bertahap dan andal,” ujarnya.

Sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, serta berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana. Kehadiran genset tidak hanya menghadirkan penerangan sementara, tetapi juga menjaga denyut kehidupan masyarakat Aceh hingga listrik kembali pulih sepenuhnya. (RLS)

  • Penulis: Redaksi Trias Indonesia
expand_less