PAM Jaya Bangun Akses Air Perpipaan untuk Warga Muara Angke Setelah Puluhan Tahun Menanti
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025

TRIASINDONESIA.COM, Jakarta – Perumda PAM Jaya mulai membangun jaringan air minum perpipaan yang akan langsung mengalir ke rumah-rumah warga di RW 22 Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang telah lama ditunggu masyarakat setempat.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa kehadiran jaringan baru ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan seluruh warga Jakarta mendapatkan layanan air minum yang layak.
“Kami hadir untuk memberikan solusi. Warga Muara Angke berhak mendapatkan akses air minum perpipaan yang layak, stabil, dan terjangkau,” ujar Arief di Jakarta.
Ia menekankan bahwa pembangunan akses air perpipaan bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga upaya menghadirkan keadilan akses air bagi seluruh wilayah, termasuk area yang selama ini belum terlayani.
Selama bertahun-tahun, warga RW 22 harus mengeluarkan biaya tinggi untuk memperoleh air bersih—bahkan mencapai Rp1 juta per bulan. Kondisi air tanah yang payau membuat warga bergantung pada air olahan sederhana atau membeli air dari pedagang keliling seharga Rp2.000–Rp3.000 per jeriken, beban yang sangat berat bagi sebagian besar keluarga.
Setelah situasi ini ramai dibicarakan publik, PAM Jaya langsung melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut memang belum tersambung dengan jaringan perpipaan kota.
Respon warga pun sangat positif. Hingga kini, 200 rumah telah mendaftar sambungan baru, dari total potensi sekitar 1.700 rumah. Angka ini mencerminkan optimisme masyarakat bahwa biaya air yang selama ini membebani mereka akan segera berkurang.
PAM Jaya menargetkan air dapat mulai mengalir ke rumah warga pada Triwulan II 2026.
“Dengan jaringan perpipaan PAM Jaya, masyarakat tidak lagi terbebani biaya air yang tinggi dan dapat menikmati layanan yang aman serta berkualitas,” kata Arief.
Pembangunan jaringan perpipaan di Muara Angke dilaksanakan dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat. Arief menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar respon terhadap isu viral, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang PAM Jaya untuk memastikan kesejahteraan warga melalui akses air bersih yang adil dan berkelanjutan.
Melalui proyek ini, PAM Jaya ingin menunjukkan bahwa setiap keluhan warga akan ditindaklanjuti, dan setiap daerah yang belum terlayani akan menjadi prioritas.
Perjalanan menuju akses air bersih di Muara Angke memang panjang, namun kini harapan itu mulai terwujud. PAM Jaya berkomitmen memastikan bahwa air bersih bukan lagi sekadar harapan, tetapi hadir nyata di setiap rumah warga. (TS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



