Transformasi dan Keandalan, PLN UID KALSELTENG HADIRKAN ENERGI TANPA GANGGUAN
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – Bagi Iwan Soelistijono, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), pengembangan infrastruktur listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah— dengan karakter geografis yang menantang— adalah upaya membangun peradaban, bukan sekadar membangun jaringan. Pasalnya, listrik adalah fondasi pendidikan, kesehatan, ekonomi, bahkan transformasi sosial.
Pada tahun 2026 ini, PLN Kalselteng menargetkan pembangunan jaringan listrik di 50 desa dan 1 dusun di Kalimantan Tengah, serta 10 desa dan 23 dusun di Kalsel. Dengan target itu, Iwan optimistis seluruh desa di Kalsel telah menikmati listrik dari sistem grid PLN pada akhir 2026. Adapun untuk Kalteng, melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan, PLN Kalselteng memproyeksikan penyelesaian elektrifikasi terhadap 175 desa tersisa hingga tahun 2029.
“Tantangan geografis seperti akses sungai, hutan, dan jarak tempuh yang panjang memang menjadi faktor utama, namun justru itu yang menguatkan komitmen kami bahwa negara harus hadir melalui listrik hingga ke pelosok,” kata Iwan kepada Trias.
PLN Kalselteng konsisten meningkatkan keandalan pasokan listrik dengan menurunkan durasi dan frekuensi gangguan melalui pendekatan preventif dan prediktif. Sebagai core business, keandalan dijaga melalui pemeliharaan rutin dan metode PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) untuk meminimalisasi pemadaman. Kemudian memperkuat jaringan distribusi melalui rekonfigurasi sistem, serta peningkatan kapasitas gardu dan proteksi jaringan.
Di sisi operasional, PLN Kalselteng menyiagakan personel teknik selama 24 jam yang didukung sistem monitoring digital untuk deteksi dini gangguan. Prinsipnya, semakin cepat gangguan diidentifikasi, semakin kecil dampaknya bagi pelanggan. Di samping itu, transformasi teknologi menjadi keniscayaan. PLN Kalselteng bergerak menuju sistem distribusi yang lebih digital, adaptif, dan efisien. Pengembangan smart grid menjadi fokus jangka menengah agar sistem mampu merespons dinamika beban dan integrasi energi terbarukan secara fleksibel.
Perusahaan juga memperkuat analisis data (data analytics) untuk pengambilan keputusan operasional. Pendekatan berbasis data ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi investasi dan keandalan sistem secara berkelanjutan. “Teknologi bagi kami bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tegasnya.
Saat ini PLN Kalselteng telah memanfaatkan sistem monitoring jaringan berbasis digital untuk mempercepat respons terhadap gangguan. Otomatisasi pada beberapa titik jaringan distribusi juga mulai diterapkan untuk mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan.
Di sisi pelayanan, PLN Mobile menghadirkan layanan transparan dan realtime sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kemudahan serta akuntabilitas bagi pelanggan. “Saya selalu meyakini bahwa teknologi bisa dibeli, tetapi komitmen dan integritas SDM harus dibangun. Karena itu, pengembangan kompetensi menjadi prioritas kami,” jelas Iwan.
Indikator utama keberhasilan PLN Kalselteng tetap kepuasan pelanggan, keandalan suplai listrik, kecepatan respons gangguan, serta kualitas layanan menjadi ukuran nyata. Namun lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari meningkatnya rasio elektrifikasi, tumbuhnya ekonomi di desa yang baru teraliri listrik, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap PLN.
“Jika listrik hadir tanpa gangguan dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman, bagi saya itu adalah keberhasilan yang sesungguhnya,” ujarnya. Harapannya sederhana namun besar, yaitu tidak ada lagi desa yang gelap di Kalsel dan Kalteng. Listrik harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, membuka akses pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri dan kolaborasi menjadi kata kunci. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan sangat kami harapkan agar program listrik desa dan transformasi energi berjalan optimal,” ungkap Iwan.
Karena pada akhirnya, menghadirkan terang hingga pelosok bukan hanya tugas PLN, tetapi tanggungjawab bersama untuk masa depan Kalimantan yang lebih maju dan berdaya saing. (TR)
- Penulis: Redaksi



