Sri Kartini, Ketua Kelompok Mekaar Jadi Lokomotif Pemberdayaan Di Kampung Madani PNM
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025

TRIASINDONESIA.COM – Sosok seperti Sri Kartini adalah bukti nyata bahwa pengusaha perempuan bisa menjadi pemimpin perubahan sosial di tingkat akar rumput.
Semangat pemberdayaan tumbuh mengakar pada sosok Sri, nasabah PNM Mekaar yang juga menjadi Ketua Kelompok dan penggerak komunitas di Kampung Madani PNM Magelang, Jawa Tengah. Berangkat dari usaha batik rumahan, Ia tak pernah menyangka bahwa perjalanannya sebagai nasabah PNM akan membawanya menjadi lokomotif perubahan di lingkungannya.
Berkat keteladanannya, kini Sri memimpin kelompok beranggotakan 30 orang. Tujuh di antaranya aktif memproduksi batik melalui program Klasterisasi Batik di Kampung Madani PNM. Sementara 23 anggota lainnya menjalankan berbagai usaha kecil, seperti kuliner, kerajinan, dan jasa rumah tangga.
Tak hanya fokus pada penguatan ekonomi, Sri juga dipercaya menjabat Wakil Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) di desanya. Di sinilah ia membuktikan bahwa pemberdayaan tak hanya soal usaha, tapi juga berbagi hasil. Di bawah kepemimpinannya, saat tiba panen sayur dari lahan Kelompok Wanita Tani, secara rutin dibagikan kepada warga desa yang membutuhkan. Gotong royong dan solidaritas tumbuh menjadi budaya baru, berkat teladan yang ia berikan.
“PNM tak hanya membantu saya punya modal, tapi juga membuat saya memiliki semangat membantu yang lain. Dulu saya cuma fokus usaha sendiri, sekarang saya bisa ajak ibu-ibu lain supaya berusaha bareng dan saling dukung,” tutur Sri dengan mata berbinar.
Kini lanjutnya, warga desa tidak lagi sungkan untuk ikut turun membantu segala aktivitas yang ada di Kampung Madani. Lebih lagi warga Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang–lokasi Kampung Madani PNM Magelang, berada.
PNM tak hanya membantu secara modal, tapi juga membuat memiliki semangat membantu yang lain. Dulu Sri hanya fokus usaha sendiri, sekarang bisa mengajak ibu-ibu lain supaya berusaha bersama dan saling dukung.
Sekretaris Perusahaan PT PNM L. Dodot Patria Ary mendorong Ketua Kelompok Nasabah PNM Mekaar untuk terus mengembangkan keterampilan kepemimpinannya secara lebih luas.
“Kami percaya, pemberdayaan sejati dimulai dari akar rumput. Peran Ketua Kelompok Mekaar seperti Ibu Sri Kartini adalah wujud nyata bagaimana kepemimpinan lokal bisa membawa dampak besar bagi komunitas,” tegas Dodot.
Program Kampung Madani PNM, kata dia, memang dirancang bukan sekadar mencetak pengusaha tangguh, melainkan menciptakan ekosistem masyarakat yang saling menguatkan. Sosok seperti Bu Sri Kartini adalah bukti nyata bahwa pengusaha perempuan bisa menjadi pemimpin perubahan sosial di akar rumput. Dengan semangat Maju Bersama PNM, langkah Sri dan para perempuan inspiratif lainnya menjadi contoh bahwa pemberdayaan bukan sekadar narasi tetapi gerakan nyata dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (TS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



