Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » Resmi Merger, BPR JABAR Siap Hadirkan Layanan Keuangan Istimewa

Resmi Merger, BPR JABAR Siap Hadirkan Layanan Keuangan Istimewa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. BPR Jabar

TRIASINDONESIA.COM – Optimisme kinerja PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jabar Perseroda di 2026 berakar pada transformasi identitas dan penguatan sinergi strategis setelah fase penggabungan (merger). Direktur Utama PT BPR Jabar Perseroda, R. Mohamad Noor Rahman, S.H., M.H., M.Kn., menyampaikan bahwa 2025 adalah tahun transisi setelah resminya penggabungan PT BPR Wibawa Mukti, PT BPR Majalengka, dan PT BPR Artha Galuh Mandiri ke dalam PT BPR Karya Utama Jabar.

Resmi per 11 Maret 2026, PT BPR Karya Utama Jabar Perseroda bertransformasi menjadi PT BPR Jabar Perseroda–BPR JABAR. Perubahan ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Nomor KEP-24/KO.12/2026.

“Tahun 2026 adalah tahun yang sangat istimewa bagi BPR Jabar. Bukan sekadar karena angka pertumbuhan, tapi karena memulai babak baru dengan identitas yang baru dan segar,” tutur Mohamad  Noor kepada Trias.

Lebih dari sekadar pergantian logo, perubahan nama ini melambangkan transformasi dan tekad untuk keluar dari zona nyaman. Mengukuhkan komitmen menjadi bank kebanggaan Jawa Barat yang lebih sehat, dekat, dan melayani dengan sepenuh hati.

Melalui nama baru, BPR JABAR siap mendukung Jabar Istimewa untuk mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera. Perusahaan optimis menangkap peluang bisnis perbankan dengan memperkuat kredit produktif ke UMKM, APD, PMI ke Jepang, dan karyawan swasta. Didukung sinergi bersama Bank BJB dan pemda, Rencana Bisnis Bank 2026 menetapkan target pertumbuhan kredit 10% dan laba bersih Rp5,1 miliar di tahun 2026.

Sebagai bank yang baru bertransformasi, BPR JABAR berkomitmen menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan dengan semangat Jabar Istimewa. Perusahaan memprioritaskan penyaluran kredit produktif bagi sektor pertanian, perdagangan, perkebunan, peternakan, perikanan, serta jasa konstruksi pemerintah daerah.

Melalui kredit tanpa agunan NaNaS, BPR JABAR hadir memperkuat usaha mikro di wilayah Jawa Barat. Aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan mengembangkan Bank Mini Sekolah demi masa depan generasi muda. Seluruh aktivitas BPR JABAR bermuara pada satu tujuan: kesejahteraan warga Jawa Barat.

Di 2026, BPR JABAR berkomitmen memperkuat kepercayaan masyarakat Jawa Barat, khususnya nasabah tabungan dan deposito, sebagai fokus utama tahun 2026.

Selain itu, BPR JABAR juga menetapkan lima target strategis: Pertama, Penyehatan Portofolio Kredit: Melakukan ekspansi kredit sehat dan menurunkan rasio kredit macet (NPL) secara signifikan untuk meningkatkan pendapatan dan kinerja perusahaan.

Kedua, Meningkatkan total aset sebesar 8% dari tahun sebelumnya menjadi Rp375 miliar.

Ketiga, Menurunkan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) di bawah 90% guna mencapai target laba bersih sebesar Rp5,1 miliar.

Keempat, Meningkatkan penghimpunan dana melalui pertumbuhan produk tabungan sebesar 11% (menjadi Rp140,5 miliar) dan produk deposito sebesar 7% (menjadi Rp146,1 miliar) dibandingkan tahun 2025.

Kelima, Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) secara menyeluruh untuk peningkatan kinerja perusahaan lebih baik dan lebih sehat, menyelesaikan proses rebranding menjadi BPR JABAR disertai peningkatan layanan digital.

 “Inovasi kami bertahap namun berdampak nyata, sejalan dengan semangat transformasi BPR JABAR,” tegasnya

Inovasi diawali dengan implementasi sistem Disaster Recovery Center (DRC) untuk menjamin keamanan data nasabah dan kelangsungan layanan. Optimalisasi layanan pickup service melalui IBS Branchless terus ditingkatkan untuk melayani masyarakat pedesaan secara real-time, sembari memperluas program Bank Mini di sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi literasi keuangan dan penghimpunan dana murah

Ke depan, BPR JABAR menjajaki pengembangan virtual account dan modernisasi core banking secara bertahap untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Dengan inovasi yang tepat, BPR JABAR berkomitmen menjadi mitra perbankan terpercaya yang mendukung inklusi keuangan dan berdaya saing di Jawa Barat.

Tidak kalah pentingnya, sinergi adalah napas transformasi BPR JABAR, didukung soliditas pemegang saham: Pemprov Jabar (51%), Pemerintah Daerah Kabupaten Subang (13,57%), Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi (10,08%), Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka (3,80%), Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis (2,42%), dan PT Bank bjb (19,13%).

“Harapan saya sederhana tapi besar, sejalan dengan transformasi menjadi BPR JABAR dan semangat Jabar Istimewa,” pungkas Mohamad Noor. (TR)

  • Penulis: Redaksi
expand_less