PLN UIW PPB: LISTRIK ANDAL, TERJANGKAU, DAN RAMAH LINGKUNGAN
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 17 Feb 2026

TRIASINDONESIA.COM – Melistriki tanah Papua bukan sekadar tugas korporasi, melainkan misi kemanusiaan dan wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, Papua menyuguhkan medan perjuangan paling unik dan terberat bagi pejuang kelistrikan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PLN (Persero). Geografis ekstrem membatasi aksesibilitas, menjadikan mobilisasi material berbiaya logistik tinggi dengan risiko kerja sangat besar sebagai tantangan utama.
Selain itu, sebaran penduduk Papua dalam kelompok kecil di wilayah luas menciptakan tantangan efisiensi dalam pembangunan jaringan kabel. Untuk mengatasinya, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (PLN UIW PPB) menerapkan strategi cerdas dengan membangun pembangkit berbasis potensi lokal agar setiap wilayah mandiri energi.
Selanjutnya faktor keamanan infrastruktur dan keselamatan petugas juga menjadi perhatian utama. PLN terus menjalin diplomasi dan kolaborasi erat dengan tokoh adat, pemerintah daerah, serta apparat keamanan untuk memastikan aset kelistrikan dijaga bersama sebagai milik masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan itu, kata General Manager PLN UIW PPB, Diksi Erfani Umar, perusahaan terus menjaga keandalan pasokan listrik di Tanah Papua dengan meningkatkan kapasitas pembangkit, memperkuat jaringan distribusi, mengembangkan digitalisasi layanan hingga meningkatkan kompetensi SDM.
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, PLN UIW PPB telah merancang Langkah strategis untuk mengakselerasi transisi energi yang masif dan berkeadilan di Tengah tantangan geografis yang ekstrem. Rencana ini didominasi oleh proyek energi baru terbarukan (EBT) tersebar melalui program dedieselisasi serta pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal.
Rencana pengembangan Pembangunan listrik EBT tersebut di antaranya :
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hibrid (PLTS+BESS) dengan total 46 Proyek. Jumlah ini menegaskan strategi PLN untuk melistriki desa terpencil dan sistem isolated. Teknologi ini ideal karena mudah dipasang dan BESS menjamin pasokan listrik 24 jam, menggantikan ketergantungan pada diesel.
- Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebanyak 10 proyek yang memanfaatkan aliran air di pegunungan Papua. Pembangunan ini merupakan bagian dari diversifikasi EBT untuk menciptakan pembangkit yang lebih stabil (dispatchable).
- Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Rencana pembangunan 2 proyek PLTBm memanfaatkan limbah organik lokal (pertanian/perkebunan) sebagai bahan bakar.
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pengembangan mencakup 1 proyek PLTA berskala besar yang berfungsi sebagai base load (pembangkit utama) atau penyeimbang sistem kelistrikan regional. PLTA ini akan menjadi jangkar untuk meningkatkan keandalan system interkoneksi di masa depan.
“Selain itu, PLN menghadirkan aplikasi PLN Mobile untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pelayanan. Berbagai fitur tersedia, mulai dari pengaduan gangguan, pembelian token, tambah daya, pasang baru, hingga marketplace. Hingga akhir 2025, tercatat 267.699 pelanggan di Tanah Papua telah mengunduh aplikasi ini,” terang Diksi kepada Trias.
Terkait SDM, PLN UIW PPB secara berkala mengembangkan kompetensi petugas Pelayanan Teknik (Yantek) melalui pelatihan Kampus Yantek di seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Papua (Jayapura, Sorong, Manokwari, Nabire, Merauke, Biak, Timika, Wamena). Hal ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan mengutamakan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dari persiapan hingga eksekusi pekerjaan.

Hasilnya, pada tahun 2025, PLN UIW PPB mencatatkan performa gemilang dengan realisasi penjualan listrik mencapai 2.252,02 GWh, naik 4,43% secara year-on- year (YoY).
Sepanjang tahun tersebut, PLN juga menambah 47.702 pelanggan rumah tangga baru di seluruh Tanah Papua. Peningkatan pelayanan terbukti melalui Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) yang mencapai 93,99%, atau tumbuh 0,95% dibandingkan tahun 2024. Pencapaian ini mencerminkan efektifnya strategi perusahaan dalam meningkatkan keandalan pasokan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini ditopang oleh tiga pilar utama: keandalan infrastruktur, aksesibilitas layanan, dan pemerataan kelistrikan.
“Secara kumulatif, peningkatan indeks kepuasan ini membuktikan bahwa PLN Papua tidak hanya berfokus pada Pembangunan fisik, tetapi juga berhasil membangun hubungan harmonis dan terpercaya dengan pelanggan di seluruh pelosok Papua,” tuturnya.
Selain aspek teknis dan ekonomi, PLN Papua sukses meningkatkan penggunaan teknologi melalui aplikasi PLN Mobile, dengan rekor 240.755 transaksi pada 2025—meningkat 45% dibandingkan 2024. Pencapaian ini menunjukkan Masyarakat Bumi Cenderawasih semakin adaptif terhadap digitalisasi layanan.
Diksi berharap, kelistrikan Papua menjadi katalisator utama kebangkitan ekonomi di Timur Indonesia. Ini bukan sekadar mengejar rasio elektrifikasi, melainkan meningkatkan kualitas hidup warga di Bumi Cendrawasih. Masuknya listrik ke desa terpencil memicu aktivitas ekonomi baru, memfasilitasi anak-anak belajar di malam hari, dan meningkatkan produktivitas warga.
Inilah energi berkeadilan, di mana listrik hadir untuk memastikan tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam pembangunan. (TS)
- Penulis: Redaksi



