Disaksikan Presiden RI Prabowo, PT Pertamina (Persero) dan Halliburton Teken MoU Pemulihan Lapangan Migas
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Jum, 20 Feb 2026

TRIASINDONESIA.COM, Washington D.C., 20 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan Halliburton. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan President Director Halliburton Indonesia Ankush Balla, serta disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (18/2) waktu setempat.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari 11 nota kesepahaman investasi antara Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha dalam ajang Indonesia–US Business Summit yang diselenggarakan di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret penguatan kolaborasi strategis Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor energi, sekaligus mendukung agenda peningkatan investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara.
Dalam kesempatan US–Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.
“Kami telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu. Perjanjian ini diharapkan menjadi dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat,” ujar Presiden.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa kerja sama dengan Halliburton merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi migas dalam negeri.
“Oilfield recovery diharapkan dapat membantu Pertamina dalam memaksimalkan produksi minyak nasional, khususnya pada lapangan-lapangan migas yang telah mengalami penurunan produksi secara alami (natural decline),” ujar Simon.
Ia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada transfer teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik operasi berstandar global. Sinergi dengan mitra bereputasi internasional diyakini akan mempercepat implementasi teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan solusi pengeboran yang lebih efisien serta berkelanjutan.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina untuk menjaga keberlanjutan produksi hulu, meningkatkan lifting nasional, serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri. Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global, kami optimistis lapangan-lapangan mature dapat kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tegasnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda Pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sekaligus memperluas kemitraan strategis internasional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola perusahaan yang baik, keberlanjutan usaha, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional. (RLS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



