Bulan K3 Nasional 2026: IPC TPK Perkuat Budaya Sadar Keselamatan di Warakas
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026

TRIASINDONESIA.COM, Jakarta, 4 Februari 2026 — IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam membangun kawasan pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui penguatan budaya keselamatan, tidak hanya di area operasional, tetapi juga di lingkungan masyarakat sekitar.
Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC TPK melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran bagi warga Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kelurahan Warakas yang berbatasan langsung dengan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kawasan padat penduduk dengan potensi risiko kebakaran yang cukup tinggi. Sebagai langkah preventif, IPC TPK membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan dasar penanganan keadaan darurat agar mampu melakukan respons cepat sebelum risiko meluas.
Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan dari 14 Rukun Warga (RW), Karang Taruna, PPSU, Babinsa, PKK, serta perangkat kelurahan mengikuti pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Sektor Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Tanjung Priok. Peserta mendapatkan materi teori pencegahan kebakaran, pengenalan sumber api, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi pemadaman kebakaran skala kecil.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kesiapsiagaan lingkungan, IPC TPK menyerahkan bantuan lima unit APAR baru serta melakukan pengisian ulang 33 unit APAR milik warga. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat sarana penanganan kebakaran mandiri di tingkat komunitas.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan bahwa masyarakat sekitar merupakan bagian penting dari ekosistem pelabuhan.
“Ketika warga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menangani kebakaran, risiko dapat diminimalkan dan lingkungan menjadi lebih aman bagi semua pihak. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat menjadi kunci terciptanya kawasan yang tangguh,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Sumarno, Plt Kepala Sektor Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Tanjung Priok. Ia berharap pelatihan ini dapat menekan angka kejadian kebakaran di Warakas serta meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Warakas, Sri Diana Tungga Dewi, sebagai wujud sinergi antara pemerintah kelurahan dan dunia usaha dalam memperkuat keselamatan lingkungan.
Melalui program ini, IPC TPK mendorong lahirnya safety champion di tingkat komunitas yang mampu menularkan pengetahuan dan membangun budaya sadar keselamatan secara berkelanjutan.
Program TJSL tersebut sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran dan bencana di sekitar kawasan pelabuhan.
Ke depan, IPC TPK berkomitmen terus menghadirkan program TJSL yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kawasan pelabuhan yang produktif, aman, dan berkelanjutan. (RLS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



