BSI Catat Laba Bersih Rp 5,57 Triliun per September 2025, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025

TRIASINDONESIA.COM, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2025 dengan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 5,57 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan konsisten, sekaligus mempertegas peran BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan motor penggerak ekosistem keuangan syariah nasional.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, mengungkapkan bahwa lonjakan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan signifikan pada dua lini utama, yaitu bisnis emas dan layanan haji yang terus mengalami peningkatan permintaan dari masyarakat.
“Bisnis emas dan haji menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan BSI. Permintaan yang tinggi, ditambah peningkatan literasi masyarakat terhadap layanan syariah, menjadikan dua segmen ini sebagai pendorong utama kenaikan laba,” ujar Bob.
Pertumbuhan DPK, Aset, dan Pembiayaan Tumbuh Dua Digit
Selaras dengan capaian laba, sejumlah indikator utama BSI juga mencatat pertumbuhan positif:
- Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,66% (YoY) mencapai Rp 348,38 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) mendominasi hingga 59,42%.
- Total aset meningkat 12,37% menjadi sekitar Rp 416–417 triliun.
- Pembiayaan menembus Rp 300,85 triliun, tumbuh 12,65% (YoY), dengan kontribusi kuat dari segmen UMKM, ritel, konsumsi, dan pembiayaan emas.
Pada produk emas, BSI mencatat pertumbuhan sangat signifikan:
- Pembiayaan cicil emas mencapai Rp 10,32 triliun (tumbuh lebih dari 100%).
- Gadai emas bertumbuh menjadi Rp 8,44 triliun (naik 44% YoY).
Atas konsistensi tersebut, BSI meraih penghargaan “Bank dengan Pertumbuhan Laba Berkelanjutan” dalam ajang detikcom Awards 2025.
Komitmen Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Meskipun menunjukkan kinerja impresif, Bob menilai bahwa tantangan utama industri syariah masih terletak pada rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Ia menekankan pentingnya edukasi dan kolaborasi dengan media serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
“BSI berharap edukasi mengenai keuangan syariah semakin masif. Dukungan media sangat penting agar masyarakat memahami bahwa layanan syariah memiliki nilai, manfaat, dan kemudahan yang setara bahkan lebih kompetitif dibanding layanan konvensional,” ujarnya.
Optimistis Pertumbuhan Berkelanjutan
BSI optimistis dapat mempertahankan momentum positif hingga akhir tahun. Dengan penguatan digitalisasi, pengembangan ekosistem syariah, serta peningkatan layanan emas, haji, dan pembiayaan produktif, bank menargetkan pertumbuhan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
BSI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk syariah yang mudah diakses, aman, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendorong perkembangan industri keuangan syariah nasional. (TS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



