BP Tapera Sosialisasikan FLPP Bersama BSN di Mojokerto
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – Mojokerto, 24 Oktober 2026 – BP Tapera sosialisasikan dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bersama Bank Syariah Nasional (BSN) di Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melaksanakan akad kepada sejumlah debitur FLPP sekaligus mengundang para calon debitur yang telah melakukan peminatan FLPP dengan total peserta lebih dari 100.
Dari pihak BP Tapera, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho didampingi Direktur Kerja Sama dan Kebijakan Pembiayaan, Alfian Arif. Kehadiran BP Tapera dalam forum ini adalah memberikan Edukasi pemanfaatan FLPP untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan fasilitas pemilikan rumah pertama dari pemerintah ini.
Dalam sambutan sekaligus pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa di Jawa Timur sendiri saat ini menempati urutan keempat besar dalam penyaluran FLPP tahun ini, yaitu sebesar 13.247 unit rumah, dan BSN sendiri secara nasional menempati urutan kedua realisasi dengan capaian sebesar 45.179 unit, atau sebesar 23,8%. Kendati demikian Heru juga menyampaikan bahwa masih terdapat 829 ribu masyarakat Jawa Timur yang masuk ke dalam backlog kepemilikan rumah.
“Berdasarkan sumber statistic BPS (Badan Pusat Statistik), terdapat tren penurunan backlog di tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta. Dan kontribusi penyaluran FLPP tahun 2026 hingga per saat ini (24 Oktober 2026) adalah 187.260 unit rumah,” terang Heru.
Lebih lanjut Heru juga sampaikan kepada para peserta yang hadir, bahwa saat ini memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menjangkau FLPP dengan berbagai kebijakan baru dari pemerintah, salah satunya melalui pilihan masa tenor pengajuan mencapai 40 tahun.
“FLPP berbeda dari rumah komersil. Kami tidak izinkan akadk, jika rumahnya belum tersedia dan siap huni. Tolong sampaikan informasi ini kepada kerabat, handai taulan, dan orang sekitar, getok tularkan agar semua masyarakat dapat memiliki rumah pertama,” ujar Heru.
- Penulis: Redaksi



