Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » BP Tapera Pastikan Penyaluran FLPP 2026 Tepat Sasaran, 93% Rumah Telah Dihuni Pemilik

BP Tapera Pastikan Penyaluran FLPP 2026 Tepat Sasaran, 93% Rumah Telah Dihuni Pemilik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perum Taman Harmoni – Karanganyar, Jateng. Dok. BP Tapera

TRIASINDONESIA.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperketat pemantauan melalui monitoring dan evaluasi di lapangan. Hingga akhir Mei 2026, lembaga ini mencatat mayoritas penerima manfaat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menempati hunian mereka.

Tahun ini, BP Tapera menaikkan target evaluasi lapangan menjadi 75.000 unit rumah. Hingga akhir Mei 2026, tim di lapangan sudah memeriksa 42.595 unit rumah, atau setara dengan 36,42% dari target tahunan.

Dari hasil monitoring dan evaluasi per akhir Mei 2026, sebanyak 37.003 unit rumah atau sekitar 93,09% dari total sampel pemantauan terbukti dihuni langsung oleh pemiliknya. Hal ini sekaligus menandakan bahwa program subsidi benar-benar tepat sasaran.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan bahwa program FLPP tidak boleh hanya mengejar angka penyaluran pembiayaan.

Aspek ketepatan sasaran jauh lebih krusial. Pemantauan berkala menjadi instrumen wajib untuk menjamin rumah bersubsidi ini benar-benar jatuh ke tangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang membutuhkan.

“Program FLPP tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan saja, tetapi juga memastikan bahwa Rumah FLPP BP Tapera benar-benar dimanfaatkan oleh yang berhak,” tegas Heru.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran FLPP sepanjang 2026 berjalan cukup progresif. Hingga saat ini, BP Tapera sukses menyalurkan Rumah FLPP BP Tapera sebanyak 79.667 unit rumah senilai Rp9,9 triliun.

Perumahan New Bukit Tentrem – Yogyakarta. Dok. BP Tapera

Tingginya antusiasme tersebut menjadikan realisasi bantuan pembiayaan perumahan ini berjalan sesuai target pemerintah pada tahun berjalan.

Tingginya angka keterhunian ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, BP Tapera mengukir rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menyalurkan 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun.

Dari hasil audit acak terhadap 75.047 unit rumah di tahun lalu, sebanyak 94,02% atau 70.564 unit rumah terkonfirmasi dihuni sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui evaluasi yang ketat dan berkelanjutan, BP Tapera optimis kualitas pelaksanaan program FLPP akan terus meningkat sekaligus menekan potensi penyalahgunaan rumah subsidi di Indonesia.

FLPP sendiri merupakan program bantuan likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR. Program ini dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) melalui BP Tapera.

Tujuan utamanya membantu masyarakat menengah ke bawah agar mampu membeli rumah pertama mereka dengan cicilan yang sangat ringan dan terjangkau.

Inisiatif tersebut hadir sebagai solusi strategis untuk menekan kesenjangan kebutuhan hunian (backlog) dan menjembatani akses beli rumah bagi pekerja yang berpenghasilan terbatas.

Namun, mengingat adanya subsidi dari dana negara, terdapat kewajiban tegas bagi pemilik untuk menghuni langsung rumah tersebut dan dilarang keras untuk dijual maupun dikontrakkan kepada pihak lain. (TR)

  • Penulis: Redaksi
expand_less