Bank Mandiri Taspen dan PNM Buka Akses Dunia Kerja bagi 30 Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Vokasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – Bank Mandiri Taspen bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menegaskan komitmen dalam mendorong inklusi sosial melalui Program TJSL Vokasi Mandiri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Operator Jahit Sepatu dan Penempatan Kerja bagi 30 penyandang disabilitas yang diselenggarakan di Gedung Islamic Center, Brebes, Jawa Tengah, pada 23 Juni 2026 lalu.
Program ini merupakan bagian dari upaya nyata kedua perusahaan dalam memperluas akses penyandang disabilitas terhadap pendidikan vokasi, keterampilan kerja, serta kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Bank Mandiri Taspen dan PNM ingin membangun ekosistem yang lebih inklusif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas. Distribution Head 5 Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sion Martawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan kesem patan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami meyakini bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi, termasuk penyandang disabilitas. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan yang dibutuhkan industri, tetapi juga mendapatkan akses menuju dunia kerja melalui penempatan kerja dan kolaborasi dengan pelaku usaha,” ujarnya.
Selama satu minggu, peserta mengikuti pelatihan operator jahit sepatu yang disesuaikan dengan kebutuhan industri alas kaki, mulai dari pengenalan pola, proses cutting, hingga teknik menjahit. Setelah pelatihan, peserta difasilitasi melalui job matching, magang, dan penempatan kerja di industri maupun UMKM sektor alas kaki di Brebes dan sekitarnya.
Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Ke depannya, kedua perusahaan berharap program ini dapat memperluas kesempatan kerja yang inklusif serta mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. (SP/TR)
- Penulis: Redaksi



