Berita Terkini
light_mode
Beranda » Daerah » Bandara Husein Ditutup Sementara, Delapan Penerbangan Terdampak

Bandara Husein Ditutup Sementara, Delapan Penerbangan Terdampak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. PEmprov Jawa Barat

TRIASINDONESIA.COM – KOTA BANDUNG – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki ilayah Bandung sehingga Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, penutupan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia.

Penutupan dilakukan setelah terdapat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Status Aerodrome Closed Bandara Husein Sastranegara ditetapkan mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB berdasarkan NOTAM tersebut.

“Sebanyak 8 penerbangan terdampak penutupan sementara di Bandara Husein Sastranegara, terdiri dari 4 kedatangan dan 4 keberangkatan,” kata Arie.

Empat penerbangan kedatangan terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bali-Bandung, serta masing-masing satu penerbangan Balikpapan-Bandung dan Surabaya-Bandung.

Sementara itu, empat penerbangan keberangkatan terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bandung-Surabaya, serta masing-masing satu penerbangan Bandung-Bali dan Bandung-Balikpapan.

Penutupan sementara tersebut berdampak terhadap 1.344 calon penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan akibat kondisi abu vulkanik.

Arie mengatakan, keputusan penutupan bandara diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan bagi seluruh penumpang.

“Sesuai NOTAM terbaru, Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memantau informasi mengenai penerbangan dan opsi lainnya dari maskapai,” ujarnya.

Pihak bandara terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan pembukaan kembali operasional penerbangan.

Selama penghentian penerbangan, pelayanan kepada penumpang terdampak tetap berlangsung melalui sejumlah dukungan operasional bandara.

InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di Bandara Husein Sastranegara untuk menangani kebutuhan penumpang.

Layanan tersebut mencakup pemberian air minum dan masker untuk membantu penumpang selama menunggu kepastian penerbangan.

Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung memberikan refreshment berupa air minum kepada penumpang yang terdampak penutupan sementara.

Penumpang juga mendapatkan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebagai dukungan pelayanan menghadapi kondisi udara akibat abu vulkanik.

InJourney Airports turut menyediakan makanan dan minuman ringan serta menyiagakan staf bandara untuk memberikan asistensi kepada penumpang terdampak.

“Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara,” ujar Arie.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menunggu masukan instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lanjutan kepada masyarakat.

Imbauan tersebut termasuk kemungkinan penggunaan masker apabila kondisi sebaran abu vulkanik berdampak terhadap kualitas udara Kota Bandung.

Pemkot Bandung terus memantau perkembangan abu vulkanik dan menyiapkan langkah mitigasi cepat apabila dampaknya meluas di Kota Bandung.

  • Penulis: Redaksi
expand_less