Berita Terkini
light_mode
Beranda » Daerah » BP Tapera dan HIMPERRA Perkuat Strategi Percepatan FLPP, Bidik Target 350.000 Unit pada 2026

BP Tapera dan HIMPERRA Perkuat Strategi Percepatan FLPP, Bidik Target 350.000 Unit pada 2026

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. BP Tapera

TRIASINDONESIA.COM – Batu, 10 Oktober 2026 — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat sinergi dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) untuk mempercepat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026. Kolaborasi tersebut difokuskan pada optimalisasi pasokan rumah siap huni, percepatan proses pembiayaan di bank penyalur, serta perluasan jangkauan sosialisasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIMPERRA 2026 di The Singhasari Resort, Batu, Jawa Timur, Sabtu (10/10), Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa realisasi FLPP per 9 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB mencapai 178.211 unit atau 50,92% dari target 350.000 unit. Capaian tersebut menjadi dasar untuk memperkuat langkah percepatan pada sisa waktu pelaksanaan program tahun ini.

“Ini tentunya perlu perhatian, perlu konsentrasi, dan perlu membangun sense of crisis yang disampaikan Pak Menteri. Bagaimana kami di BP Tapera dengan segenap jajaran fokus untuk pencapaian target FLPP di 2026,” ujar Heru.

BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta bank penyalur telah memperkuat koordinasi melalui pembentukan satuan tugas percepatan. Upaya tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan, memetakan potensi pasokan dan permintaan rumah berdasarkan wilayah, serta memastikan calon debitur yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan proses pembiayaan hingga akad kredit.

Salah satu strategi yang ditekankan adalah sosialisasi dan pemasaran langsung di lokasi perumahan, terutama pada kawasan dengan ketersediaan rumah yang masih tinggi. Pengembang bersama bank penyalur didorong menjangkau berbagai segmen calon konsumen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja swasta, hingga pengemudi ojek daring. Pendekatan ini diharapkan mempertemukan pasokan rumah dengan calon penerima yang potensial secara lebih efektif.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada tantangan yang tidak bisa diselesaikan kalau kita bareng-bareng, kita kerja bareng-bareng, kita semangat untuk bisa mengatasi tantangan itu bersama-sama,” kata Heru.

Berdasarkan data per 9 Oktober 2026, terdapat 39.524 proses permohonan pembiayaan yang tersebar dalam sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan subsidi, analisis kredit, penerbitan SP3K, proses trilogi, hingga akad kredit. BP Tapera mendorong bank penyalur dan pengembang menindaklanjuti setiap tahapan tersebut secara aktif, termasuk melengkapi dokumen dan menyelesaikan kendala administrasi agar permohonan yang memenuhi ketentuan dapat segera berlanjut ke akad. Angka tersebut merupakan potensi proses yang masih berjalan, bukan realisasi akad yang telah tercapai.

Heru juga menyoroti sejumlah tantangan yang memerlukan koordinasi lintas sektor, di antaranya persoalan lahan yang berkaitan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta kenaikan biaya pembangunan dan transportasi di sejumlah wilayah. BP Tapera membuka ruang koordinasi dengan HIMPERRA dan pemerintah daerah untuk memetakan persoalan tersebut serta mengupayakan penyelesaian sesuai kewenangan masing-masing.

Sedangkan realisasi FLPP pada HIMPERRA sendiri hingga 9 Oktober 2026 tercatat sebanyak 24.454 unit dari target asosiasi sebesar 47.182 unit, atau 51,83%. Heru mengajak para pengembang anggota HIMPERRA untuk memastikan kesiapan proyek, ketersediaan rumah, kelengkapan dokumen, serta komunikasi intensif dengan bank penyalur. Kesiapan pasokan perlu berjalan beriringan dengan kepastian proses pembiayaan agar rumah yang tersedia dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Selain mempercepat FLPP bagi MBR, BP Tapera juga menyampaikan bahwa pengembangan skema pembiayaan perumahan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah sedang dikaji bersama pemangku kepentingan terkait. Kajian ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan dan belum menjadi kebijakan yang ditetapkan. Dalam Rakernas tersebut, HIMPERRA turut menyampaikan gagasan mengenai pengelolaan dan penyediaan lahan untuk perumahan sebagai salah satu usulan penyelesaian kendala pengembangan hunian.

Melalui Rakernas HIMPERRA 2026 yang mengusung tema “Sinergi HIMPERRA Sukseskan Program 3 Juta Rumah untuk Rakyat”, BP Tapera berharap kolaborasi dengan pengembang dan bank penyalur semakin konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil. Percepatan proses pembiayaan, pemetaan wilayah berbasis data, kesiapan pasokan, serta pemasaran langsung kepada calon konsumen menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak huni dan mendukung pencapaian target FLPP tahun 2026.

  • Penulis: Redaksi
expand_less