Strategi Jamkrida Kaltim 2026: PERLUAS PENJAMINAN DAN PERKUAT EKONOMI IKN
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRIASINDONESIA.COM – PT Penjaminan Kredit Daerah Kalimantan Timur (Jamkrida Kaltim) menargetkan peningkatan kinerja pada 2026 melalui sejumlah strategi utama. Strategi ini meliputi: Implementasi Penjaminan KUR; Optimalisasi Penjaminan Melalui BUMDes dan LPDB; Perluasan Jangkauan Layanan Penjaminan di Seluruh Wilayah Kaltim; Pengembangan Kerja Sama Co-Guarantee dengan Jamkrida di Seluruh Indonesia; serta Transformasi Digital dan Penguatan Teknologi Informasi.
Implementasi Penjaminan KUR. Jamkrida Kaltim fokus mengembangkan usaha pada 2026 dengan menargetkan implementasi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Upaya ini didukung melalui langkah strategis yang mencakup penguatan sinergi mitra, pematangan regulasi dan operasional, serta pengembangan sistem pendukung agar pelaksanaan penjaminan berjalan optimal.
Direktur Utama Jamkrida Kaltim, Agus Wahyudin, mengatakan pencapaian target tersebut akan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Langkah ini juga diproyeksikan sebagai langkah strategis perusahaan untuk menjaga kinerja keuangan yang terus bertumbuh secara berkelanjutan,” tutur Agus kepada Trias.
Strategi berikutnya, Jamkrida Kaltim memperkuat kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memperluas akses penjaminan usaha di tingkat desa, sekaligus mendorong ekonomi daerah dan meningkatkan portofolio perusahaan.
Sedangkan strategi perluasan jangkauan layanan penjaminan di seluruh wilayah Kaltim dilakukan untuk memaksimalkan potensi pasar yang akan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Perusahaan juga mempertimbangkan pembentukan layanan tanpa kantor (branch less service) guna meningkatkan aksesibilitas secara efisien dan efektif,” ungkap Agus.
Selanjutnya, Jamkrida Kaltim memperluas kerja sama penjaminan bersama (co-guarantee) dengan perusahaan penjaminan daerah lain untuk mendukung Surety Bond dan Kontra Bank Garansi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga kapasitas penjaminan perusahaan semakin meningkat.
Adapun untuk meningkatkan efisiensi proses, mempercepat layanan, serta memperkuat kualitas tata kelola perusahaan, Jamkrida Kaltim terus mengembangkan teknologi informasi melalui sistem berbasis web dan aplikasi terintegrasi berbasis host-to-host dengan mitra kerja.
“Melalui implementasi berbagai strategi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan Jamkrida Kaltim, memperluas jangkauan layanan penjaminan, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendorong pembangunan ekonomi regional, khususnya di Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara,” pungkas Agus. (TR)
- Penulis: Redaksi



