Berita Terkini
light_mode
Beranda » Daerah » Menteri LH Apresiasi Teknologi Olah Sampah Karya Anak Bangsa di Bandung

Menteri LH Apresiasi Teknologi Olah Sampah Karya Anak Bangsa di Bandung

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Autothermix, pengolahan residu sampah karya PT Tohaan Renewable Energy Engineering

TRIASINDONESIA.COM – Bandung  — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, melihat langsung pengembangan teknologi pengolahan residu sampah karya PT Tohaan Renewable Energy Engineering. Teknologi bernama Autothermix ini dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Di lokasi, Menteri Jumhur menyaksikan proses pengolahan sampah secara menyeluruh, mulai dari tahap penghancuran, pengolahan dengan suhu tinggi, hingga sistem pengendalian emisi yang dipantau secara real time.

Menurutnya Menteri Jumhur, kehadiran teknologi seperti Autothermix menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi menciptakan nilai tambah ekonomi. “Teknologi seperti ini membuktikan bahwa sampah bisa diolah secara modern dan ramah lingkungan. Inovasi karya anak bangsa seperti ini perlu terus kita dorong agar bisa diterapkan di berbagai daerah”.

Menteri Jumhur juga mengingatkan bahwa pengembangan teknologi pengolahan sampah harus tetap mengutamakan aspek perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam hal pengendalian emisi.

“Pengelolaan residu sampah harus memastikan pengendalian emisi berjalan baik. Ini penting agar tidak menimbulkan dampak baru bagi lingkungan maupun kesehatan,” tegas Menteri Jumhur.

Autothermix bekerja dengan memanfaatkan proses termal bersuhu tinggi untuk mengolah residu sampah, dilengkapi dengan sistem pengendalian pencemaran udara serta pemantauan emisi yang terintegrasi. Teknologi ini juga dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas di berbagai daerah.

KLH/BPLH menilai inovasi dalam negeri seperti ini penting untuk terus dikembangkan, tidak hanya untuk membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri hijau dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kunjungan ini, KLH/BPLH berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan inovator teknologi dapat semakin diperkuat dalam mempercepat pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

  • Penulis: Redaksi
expand_less