Menteri Hanif Apresiasi Gaslah Kota Bandung Tangani Sampah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 14 jam yang lalu

TRIASINDONESIA.COM – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq meninjau program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah di RW 19 Kelurahan Antapani Tengah dan RW 05 Kelurahan Dago (28/2/2026) serta mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung menangani sampah dari hulu.
Kunjungan tersebut menilai langsung pengelolaan sampah berbasis kewilayahan yang melibatkan warga menyelesaikan persoalan sejak lingkungan tempat tinggal.
Hanif menyatakan pendekatan hulu menjadi solusi paling mendasar di tengah keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir Sarimukti.
“Ini merupakan langkah yang paling mendasar untuk penanganan sampah. Banyak negara memerlukan waktu 10 sampai 15 tahun untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Ia menegaskan penyelesaian tidak bisa sepenuhnya dibebankan ke hilir ketika kapasitas tempat pemrosesan akhir terbatas.
“Langkah paling ideal di tengah desakan kedaruratan sampah ini adalah menyelesaikan sampahnya di hulu,” katanya.
Program tersebut mendorong perubahan perilaku warga agar memilah dan mengolah sampah secara mandiri di tingkat Rukun Warga.
Hanif menilai konsistensi pemerintah daerah membangun ekosistem berbasis masyarakat menjadi fondasi pengurangan timbulan sampah kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut sejumlah Rukun Warga telah mampu menuntaskan persoalan sampahnya sendiri melalui pola kewilayahan.
“Ternyata Kota Bandung bisa. Banyak RW yang mampu menuntaskan persoalan sampahnya sendiri,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan kunjungan menteri merupakan tindak lanjut koordinasi pusat dan daerah usai Rapat Koordinasi Nasional percepatan penanganan sampah 25-26 Februari 2026.
Selain Gaslah, pemerintah daerah mengintegrasikan program Kurangi Pisahkan Manfaatkan, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat dalam skema ekonomi sirkular berbasis warga.
Integrasi tersebut membuat sampah organik diolah menjadi kompos dan pangan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang.
Warga merasakan lingkungan lebih bersih dan pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir berkurang signifikan di beberapa wilayah percontohan.
Peninjauan ditutup dengan melihat eks Tempat Pemrosesan Akhir Jelekong di Kabupaten Bandung sebagai bagian evaluasi menyeluruh sistem persampahan kawasan Bandung Raya.
- Penulis: Redaksi



