Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bank Tegal Akselerasi Pertumbuhan LEWAT DIGITALISASI DAN GRC

Bank Tegal Akselerasi Pertumbuhan LEWAT DIGITALISASI DAN GRC

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026

TRIASINDONESIA.COM – Memasuki 2026, arah kebijakan jangka pendek PT BPR Bank Tegal (Perseroda) berfokus pada penguatan tata kelola (GCG), manajemen risiko, kepatuhan regulasi, digitalisasi, dan ekspansi layanan untuk meningkatkan kinerja. Prioritas utamanya meliputi kepatuhan manajemen risiko, peningkatan kompetensi pegawai, dan efektivitas whistle blowing system dalam kerangka strategi anti-fraud.

Bank juga memperkuat infrastruktur IT, core banking, dan kolaborasi digital, serta menambah jaringan kantor, mengoptimalkan kredit sehat, dan menekan NPL, guna meningkatkan PAD dan kesehatan bank. Bank Tegal proaktif menghadapi peluang dan tantangan industri perbankan dengan memanfaatkan landasan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Perubahan nomenklatur menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan perluasan layanan, seperti transfer dana, go public, serta penyertaan modal, menjadi angin segar untuk meningkatkan citra dan kapasitas bisnis bank.

“Dalam upaya memaksimalkan potensi ini, Bank Tegal fokus pada penguatan kinerja internal, terutama melalui akselerasi digital banking dan penerapan tata Kelola (Governance, Risk, and Compliance/GRC) yang lebih ketat,” terang Nurul Huda, Direktur Utama Bank Tegal kepada Trias.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat dan tantangan ketidakpastian ekonomi, Bank Tegal menerapkan strategi kolaboratif dengan melakukan sinergi, co-branding, dan kemitraan digital bersama bank umum maupun vendor teknologi. Langkah ini krusial untuk meningkatkan daya saing, inklusi keuangan, dan inovasi produk berbasis teknologi.

Melalui pendekatan ini, Bank Tegal berusaha mengubah tantangan permodalan dan digitalisasi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan serta berintegritas.

“Pada tahun 2026, BPR Bank Tegal akan mengoptimalkan kolaborasi, co-branding, dan layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi, integritas, serta daya saing dalam kegiatan bisnis dan operasional,” tegasnya.

Sebagai lembaga intermediasi, Bank Tegal meningkatkan pendapatan melalui penguatan fungsi intermediasi. Strategi ini diimplementasikan dengan pertumbuhan penghimpunan dan penyaluran dana yang sehat, inovasi serta penganekaragaman produk, service excellence, serta kemitraan intensif dengan pemerintah dan Lembaga daerah.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kepemilikan 100% saham oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Bank Tegal berkomitmen kuat menggerakkan perekonomian lokal dan membantu permodalan usaha mikro melalui sinergi strategi. Sinergi diwujudkan melalui beberapa program strategis:

Melalui dukungan Pemkab Tegal, Bank Tegal menyalurkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga ringan dan persyaratan mudah kepada pelaku usaha mikro. Bank Tegal menghadirkan produk kredit “Berkah” (Bertambah Kebaikan Hidup) khusus untuk memfasilitasi kebutuhan modal pedagang pasar di Kabupaten Tegal.

Untuk memfasilitasi kebutuhan dana kontraktor (PT/CV) dalam proyek pembangunan infrastruktur, Bank Tegal menyalurkan Kredit Modal Kerja Konstruksi (MKK) bekerja sama dengan dinas terkait. Bank Tegal bersinergi dengan Pemkab Tegal dalam penyaluran gaji dan tunjangan PPPK/THL, serta penyaluran bantuan sosial seperti bagi hasil cukai tembakau bagi petani dan buruh pabrik rokok.

Selain itu, Bank Tegal berkontribusi meningkatkan kesadaran menabung dan investasi melalui edukasi pengelolaan keuangan saat bazar dan pameran. Selain itu, Bank Tegal rutin menyelenggarakan literasi keuangan bagi siswa sekolah untuk menanamkan budaya menabung sejak dini. (TS)

  • Penulis: Redaksi
expand_less