Hilirisasi Inklusif Berdikari: TRANSFORMASI PETERNAKAN UNTUK ASTA CITA
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 17 Feb 2026

TRIASINDONESIA.COM – PT Berdikari (Persero) sebagai bagian dari BUMN Holding Pangan ID Food, memegang peran sentral dalam integrasi dan modernisasi sektor perunggasan nasional melalui penugasan hilirisasi peternakan dari pemerintah. Upaya ini didukung kebijakan nasional dan potensi alokasi dana investasi sebesar Rp20 triliun.
Selama ini, perusahaan tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pelaku utama di sektor pangan Indonesia, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional melalui pendekatan yang modern dan terintegrasi. Berdikari menjalankan perannya dengan focus pada penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sumber protein.
Berdikari memperkuat bisnis perunggasan terintegrasi dari hulu ke hilir, menyerap ayam hidup peternak rakyat melalui kemitraan untuk memastikan standar mutu produk dan mendukung kebijakan hilirisasi nasional. Perusahaan mengoperasikan rantai bisnis perunggasan terintegrasi (grandparent stock hingga produk olahan), bermitra dengan peternak rakyat untuk menjamin mutu produk (SNI, ASUH) dan mendukung hilirisasi peternakan nasional.

Melalui integrasi hulu-hilir dan kemitraan peternak rakyat, Berdikari memperkuat bisnis perunggasan dengan fokus pada kualitas produk (SNI, ASUH) dan dukungan kebijakan hilirisasi nasional. “Berdikari fokus membangun rantai pasok unggas yang efisien dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan anggaran negara, kami siap menjalankan amanah transformasi perunggasan nasional untuk mendukung Asta Cita,” kata M. Kaspiyah, Direktur Keuangan dan SDM PT Berdikari kepada Trias.
Transformasi hilirisasi bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak menurunkan kemiskinan, serta mendukung penuh Program Makan Bergizi (MBG). Termasuk mendukung kemandirian pangan nasional, menjaga stabilitas harga, dan memastikan akses protein hewani yang merata serta berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam inisiatif hilirisasi, Berdikari focus pada peningkatan mutu SDM dan kerja sama strategis dengan lembaga Pendidikan dan lembaga terkait. Berdikari bekerja sama dengan UGM dan UNAIR dalam penelitian serta pengembangan SDM untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme peternak.
“Universitas dan pusat penelitian memungkinkan pengembangan teknologi baru dalam pengolahan produk ungags, pakan ternak, dan manajemen rantai dingin,” terang Kaspiyah. Berdikari juga menjalankan program pelatihan terstruktur bagi peternak dan pemangku kepentingan rantai pasokan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup manajemen peternakan modern, Kesehatan hewan, biosekuriti, dan teknik pascapanen. Selain itu, perusahaan memfasilitasi transfer teknologi dan praktik terbaik dari para ahli ke petani lokal untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (NFA), Berdikari berupaya meratakan produksi unggas yang masih terpusat di Pulau Jawa. “Melalui kolaborasi ini, PT Berdikari berupaya mentransformasi produk primer (ayam hidup) menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi, seperti daging olahan, produk beku, dan makanan siap saji, sehingga meningkatkan nilai ekonomi di tingkat petani dan memperluas pasar,” tuturnya.
Seperti diketahui, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan investasi Rp20 triliun untuk membangun hilirisasi industri unggas terintegrasi guna memangkas biaya produksi peternak. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, menjamin pasokan protein nasional, serta mendukung penuh Program MBG melalui industri yang modern dan berkelanjutan. (TS)
- Penulis: Redaksi



