Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » InJourney Hadirkan Layanan Bandara Optimal pada Nataru melalui Transformasi Menyeluruh

InJourney Hadirkan Layanan Bandara Optimal pada Nataru melalui Transformasi Menyeluruh

  • account_circle Redaksi Trias Indonesia
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
Foto: Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkomitmen menghadirkan layanan bandara yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan (customer-centric) pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) melalui program transformasi bandara yang menyeluruh. (ANTARA/HO – InJourney)

TRIASINDONESIA.COM, Jakarta, 29 Desember 2025 — Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memastikan kesiapan layanan bandara yang optimal selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Kesiapan tersebut merupakan hasil dari program transformasi bandara yang dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan (customer-centric).

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa periode libur akhir tahun menjadi momentum strategis untuk menunjukkan hasil transformasi bandara yang telah dijalankan InJourney dalam menghadirkan standar layanan modern dan berdaya saing global.

“Libur akhir tahun menjadi momentum penting bagi InJourney untuk memastikan bandara-bandara di Indonesia mampu menghadirkan layanan yang modern, terintegrasi, adaptif, serta berfokus pada kenyamanan dan pengalaman penumpang,” ujar Maya.

Melalui anak usahanya, InJourney Airports, InJourney menyiagakan operasional di 37 bandara di seluruh Indonesia selama 24 jam untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang pada periode libur Nataru. Seluruh bandara dipastikan siap dari sisi operasional, keselamatan, keamanan, dan pelayanan guna mendukung kelancaran perjalanan udara masyarakat.

InJourney Airports juga melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memitigasi potensi gangguan akibat cuaca buruk, seiring dengan masuknya musim penghujan di akhir tahun. Koordinasi intensif dengan maskapai penerbangan terus dilakukan untuk menjaga ketepatan waktu penerbangan serta memastikan penerapan manajemen keterlambatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kesiapan layanan bandara tersebut tidak terlepas dari implementasi transformasi bandara yang dijalankan InJourney Airports melalui pendekatan 3P, yaitu Premises, Process, dan People. Transformasi ini dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis riset, termasuk melalui program mystery traveler, guna mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai tantangan utama dalam perjalanan penumpang.

Melalui transformasi tersebut, InJourney memperkuat peran bandara sebagai gerbang utama pengalaman pariwisata Indonesia yang efisien, humanis, dan berstandar global.

Salah satu wujud nyata transformasi tersebut adalah revitalisasi dan rezoning terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bandara tersibuk di Indonesia, untuk menciptakan pembagian fungsi terminal yang lebih jelas, efisien, serta semakin berorientasi pada kenyamanan dan pengalaman penumpang. (TRS)

  • Penulis: Redaksi Trias Indonesia
expand_less