METI Dorong Keterlibatan Masyarakat dan Pengusaha Lokal dalam Pengembangan EBT
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Sen, 29 Des 2025

TRIASINDONESIA.COM, Jakarta, 28 Desember 2025 — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan komitmennya untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pengusaha lokal dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum METI, Zulfan Zahar, dalam Podcast Bincang Listrik Indonesia bertajuk Jalan Terjal Energi Terbarukan Indonesia.
Zulfan menekankan bahwa transisi energi nasional harus menjadi momentum bagi pelaku dalam negeri untuk mengambil peran strategis, sekaligus membangun ekosistem EBT yang kuat, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Pengembangan energi terbarukan di Indonesia seharusnya menjadi pestanya Indonesia dan untuk Indonesia. Karena itu, kami mendorong agar pengusaha dan masyarakat lokal terlibat aktif serta menjadi bagian utama dalam setiap proyek EBT,” ujar Zulfan.
Ia menegaskan bahwa METI tidak menutup diri terhadap investasi asing. Namun, menurutnya, diperlukan regulasi yang memastikan adanya keterlibatan nyata pengusaha dan masyarakat Indonesia dalam pengembangan proyek energi terbarukan.
“Kami terbuka terhadap investor asing, tetapi perlu ada aturan yang memastikan transfer manfaat, peningkatan kapasitas, dan keterlibatan aktif pelaku lokal,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen konkret, METI saat ini tengah menjalankan program 10 desa dengan listrik 100 persen EBT, yang salah satunya telah berjalan di Nusa Penida, Bali. Program ini akan dikembangkan secara bertahap ke wilayah timur dan barat Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan transisi energi yang adil dan merata.
“Saat ini program 100 persen EBT sedang berjalan di Nusa Penida. Ke depan, kami akan memperluas implementasinya ke daerah lain di Indonesia,” jelas Zulfan.
Berdasarkan ringkasan eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) tahun 2024, peta jalan menuju Nusa Penida 100 persen energi terbarukan pada 2030 dilakukan melalui tiga tahapan, mulai dari optimalisasi PLTS dan sistem penyimpanan energi, pengurangan peran PLTD menjadi pembangkit cadangan, hingga penghentian operasional PLTD yang didukung penyimpanan energi skala besar.
Selain itu, METI juga aktif melakukan edukasi dan pendampingan pengembangan EBT, termasuk biomassa dan biodiesel, serta menjalin komunikasi dengan berbagai investor yang menawarkan solusi teknologi, harga terjangkau, dan skema pembiayaan yang berkelanjutan.
“METI akan terus berperan sebagai penghubung antara masyarakat, pengusaha, investor, dan pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan nasional,” pungkas Zulfan.
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



