BUMN Pangan Berdikari Siap Menjadi Lokomotif Hilirisasi Peternakan Indonesia
- account_circle Redaksi Trias Indonesia
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025

TRIASINDONESIA.COM, Yogyakarta, 22 November 2025 — PT Berdikari, anggota Holding BUMN Pangan (ID FOOD), menegaskan komitmennya mendukung penuh agenda hilirisasi sektor peternakan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sarasehan Peternakan yang digelar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), dihadiri oleh pelaku industri, akademisi, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.
Pada kesempatan itu, Ditjen PKH menyampaikan bahwa pemerintah tengah fokus memperkuat transformasi peternakan nasional melalui integrasi hulu–hilir serta pemerataan produksi unggas. Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp20 triliun untuk mendorong modernisasi dan penguatan rantai nilai perunggasan nasional.
Saat ini, produksi unggas masih terpusat di Pulau Jawa, dengan porsi mencapai 63 persen. Dari total produksi telur nasional sebesar 6,2 juta ton, terdapat surplus 0,17 juta ton. Sementara produksi daging ayam nasional 4,03 juta ton dengan surplus 0,31 juta ton. Ketimpangan distribusi ini menjadi perhatian pemerintah karena berdampak pada stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT Berdikari, melalui perwakilan manajemen yang hadir, menegaskan bahwa Berdikari siap menjalankan mandat hilirisasi dari pemerintah dan berperan sebagai akselerator transformasi peternakan nasional.
“Berdikari berkomitmen menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan produksi unggas dan penguatan rantai pasok nasional. Hilirisasi bukan hanya pembangunan industri, tetapi juga pemberdayaan peternak, peningkatan kesejahteraan, dan memastikan keterjangkauan protein hewani bagi masyarakat,” ujar AS. Mukti (General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari, sekaligus Ketua Organizing Committee Percepatan Hilirisasi Peternakan ID FOOD).
Berdikari siap memperkuat integrasi usaha mulai dari produksi, kemitraan peternak, pengolahan hasil, hingga distribusi. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk menciptakan ekosistem perunggasan yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Pada forum tersebut, Ditjen PKH menegaskan bahwa hilirisasi peternakan juga menjadi strategi nasional untuk mendukung prioritas pembangunan seperti penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta pengendalian harga pangan strategis.
“Ketersediaan produk unggas yang merata adalah kunci. Dengan hilirisasi dan pemerataan produksi, kita dapat memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses protein hewani yang cukup dan terjangkau,” ujar perwakilan Ditjen PKH.
Melalui sinergi pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan perguruan tinggi, Hilirisasi Peternakan Nasional diharapkan dapat menghadirkan lompatan besar dalam produktivitas, pemerataan pembangunan, serta ketahanan pangan Indonesia. (TS)
- Penulis: Redaksi Trias Indonesia



