Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Geo Dipa Energi Percepat Pembangunan Proyek PLTP 500 MW, Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Hijau Nasional

Geo Dipa Energi Percepat Pembangunan Proyek PLTP 500 MW, Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Hijau Nasional

  • account_circle Redaksi Trias Indonesia
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
Foto: PLTP Patuha 2, Geo Dipa (dok: Antara-HO-Geo Dipa Energi)

TRIASINDONESIA.COM, Jakarta – Upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi bersih memasuki babak penting setelah PT Geo Dipa Energi (Persero) menegaskan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 500 MW. Proyek besar ini disebut sebagai tonggak baru pemanfaatan energi panas bumi nasional serta mendukung agenda transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.

Langkah strategis tersebut mendapatkan sokongan pendanaan besar dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang secara resmi mengumumkan dukungan pembiayaan untuk pembangunan dan operasi PLTP baru Geo Dipa. Kerja sama ini diumumkan dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF), menegaskan bahwa pembangunan 500 MW ini masuk kategori green financing dan proyek strategis nasional di bidang energi terbarukan.

Akan Bangun PLTP di Beberapa Wilayah Potensial

Dari penjelasan resmi perusahaan, Geo Dipa tengah menyiapkan ekspansi besar di sejumlah wilayah panas bumi seperti Dieng, Patuha, serta blok-blok prospek baru yang masuk peta cadangan panas bumi nasional. Proyek ini akan menambah kapasitas mereka dari sekitar 120 MW saat ini menjadi setengah gigawatt, menjadikan Geo Dipa salah satu pengelola panas bumi terbesar di Indonesia.

Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menegaskan bahwa pembangunan kapasitas 500 MW bukan hanya ekspansi usaha, tetapi “kontribusi nyata BUMN energi terhadap ketahanan energi nasional”.

“Panas bumi adalah energi bersih, stabil, dan tersedia di dalam negeri. Proyek 500 MW akan memperkuat bauran energi hijau serta membuka lebih banyak pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Yudistian.

Keunggulan PLTP: Stabil 24 Jam dan Emisi Rendah

Sumber panas bumi dinilai sebagai salah satu EBT paling andal. Berbeda dengan tenaga surya atau angin yang bergantung cuaca, PLTP beroperasi 24 jam penuh sebagai baseload power.

Menurut kajian pembiayaan hijau BNI, emisi CO₂ PLTP hanya 45–80 gram per kWh, jauh di bawah pembangkit fosil yang dapat mencapai lebih dari 800 gram per kWh.

Hal ini membuat panas bumi menjadi salah satu pilar utama strategi dekarbonisasi Indonesia.

BNI Masuk Sebagai Pemberi Pembiayaan Hijau

BNI resmi menyalurkan pembiayaan bertajuk Green Project and Operation Financing 500 MW untuk menopang tahap pembangunan dan operasional PLTP di bawah Geo Dipa. Langkah ini sejalan dengan komitmen perbankan nasional untuk memperluas sustainable finance.

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa pembiayaan ini akan memperkuat ekosistem pendanaan hijau di Indonesia.

“Kami ingin mendukung percepatan proyek energi bersih yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional serta pembangunan ekonomi rendah karbon,” kata Okki.

  • Penulis: Redaksi Trias Indonesia
expand_less